Qiscus Memberdayakan Situs Web dengan SDK Obrolan yang Dibangun di AWS

Qiscus

Layanan Pelanggan secara Waktu Nyata

Komunikasi waktu nyata (RTC) semakin menjadi hal yang penting dalam penawaran layanan pelanggan perusahaan yang sukses. Qiscus, vendor perangkat lunak yang berbasis di Indonesia, menghadirkan dua opsi untuk platform obrolan langsung: kit pengembangan perangkat lunak (SDK) untuk memungkinkan percakapan di situs web dan aplikasi seluler perusahaan; dan layanan obrolan multi-saluran yang dapat digunakan oleh pelanggan untuk mengobrol dengan perusahaan melalui WhatsApp, Facebook, dan aplikasi perpesanan media sosial lainnya yang terletak pada satu dasbor.

Saat menyiapkan SDK pada tahun 2016, Qiscus mengevaluasi penyedia cloud, termasuk Amazon Web Services (AWS), berdasarkan keandalan, biaya, dan integrasi mereka dengan lapisan infrastruktur lain seperti basis data. “AWS adalah yang paling stabil serta dapat diprediksi dalam hal latensi dan performa. Tidak ada penyedia lain yang memiliki layanan yang konsisten,” tutur Evan Purnama, salah satu pendiri dan chief technology officer Qiscus. Sejak diluncurkan di AWS, perusahaan ini telah mempertahankan latensi ujung ke ujung untuk API sisi pelanggan sebesar 100 milidetik atau lebih rendah.

Qiscus mempertahankan SLA sebesar 99,9% dan berkembang secara substansial.

  • Tentang Qiscus
  • Qiscus adalah perusahaan rintisan yang berbasis di Indonesia yang membantu perusahaan terhubung dengan pelanggan menggunakan teknologi komunikasi waktu nyata. Dua produk utama mereka adalah kit pengembangan perangkat lunak obrolan yang memungkinkan percakapan di situs web dan aplikasi seluler perusahaan, dan platform obrolan multi-saluran yang terintegrasi dengan Facebook, WhatsApp, dan aplikasi perpesanan media sosial lainnya.

  • Keuntungan
    • Mempertahankan latensi ujung ke ujung yang konsisten sebesar 100 milidetik atau lebih rendah
    • Menskalakan untuk mengakomodasi basis pengguna yang berkembang pesat
    • Memastikan ketersediaan 99,9% untuk pelanggan
    • Menyediakan alat pemantauan otomatis dan terintegrasi
    • Mengontrol biaya dengan visibilitas ke pengeluaran per layanan
  • Layanan AWS yang Digunakan

Alat Pemantauan Otomatis

Pemantauan merupakan hal yang penting guna memastikan platform Qiscus dapat mempertahankan latensi yang dibutuhkan untuk RTC. Rekayasawan mengembangkan sistem pemantauan mereka sendiri setahun setelah peluncuran, tetapi sebelum itu mereka mengandalkan Amazon CloudWatch untuk mengirim peringatan performa. “Menggunakan Amazon CloudWatch memberi kami banyak visibilitas ke server kami. Setiap kali terjadi lonjakan atau penurunan latensi, kami selalu tahu penyebab pastinya,” ungkap Purnama. Perusahaan ini mengandalkan Amazon ElastiCache guna menskalakan dan memelihara fungsi caching untuk hampir semua aplikasi dan Amazon Elasticsearch Service untuk mengindeks serta mengambil data agregat secara cepat dari server mereka.

Untuk mengintegrasikan layanan obrolan multi-saluran Qiscus dengan aplikasi manajemen hubungan pelanggan (CRM) klien mereka, bisnis ini memilih AWS Lambda, yang juga menyajikan hasil pencarian yang berasal dari Amazon Elasticsearch Service. “AWS Lambda secara otomatis menskalakan dan berintegrasi dengan Amazon CloudWatch untuk membantu kami menemukan serta memperbaiki masalah apa pun dalam kode kami,” tambah Purnama.

Mencapai SLA sebesar 99,9%

Pada tahun 2017—tahun pertama Qiscus menjual SDK obrolan mereka—basis pelanggan Qiscus mencapai 1 juta pengguna. Angka ini kemudian meningkat menjadi 5 juta pengguna pada tahun 2018 dan melampaui 17 juta pengguna pada tahun 2019. Sekarang, target perusahaan adalah untuk mengakuisisi 25 juta pengguna pada akhir 2020. Terlepas dari pertumbuhan substansial ini, Qiscus telah mempertahankan perjanjian tingkat layanan sebesar 99,9 persen—suatu pencapaian yang sebagiannya Purnama kaitkan dengan kemampuan dalam memanfaatkan server AWS di beberapa Zona Ketersediaan.

Kontrol biaya tetap menjadi prioritas untuk perusahaan ini, karena pelanggan mereka dapat beragam mulai dari perusahaan multinasional hingga operasi berbasis rumahan yang memiliki anggaran terbatas untuk layanan obrolan. Dalam hal pemantauan biaya, Qiscus sangat terkesan dengan AWS Cost Explorer, yang menguraikan besaran biaya tiap-tiap layanan dan menandai layanan individu untuk menganalisis pengeluaran bulanannya. “Hal ini membantu kami membuat keputusan yang lebih tepat saat menyusun model harga,” jelas Purnama. Di masa mendatang, Qiscus berencana untuk mengeksplorasi machine learning di AWS sebagai bagian dari upaya untuk terus berinovasi pada produk inti mereka.

Diagram di bawah ini menggambarkan infrastruktur AWS Qiscus untuk SDK obrolan dan solusi berbasis RTC lainnya:

Infrastruktur AWS di Qiscus untuk SDK obrolan dan solusi berbasis RTC lainnya

Pelajari Selengkapnya

Untuk mempelajari selengkapnya, kunjungi Komputasi Cloud dengan AWS.