Apa perbedaan antara OLAP dan OLTP?

Pemrosesan analitik online (OLAP) dan pemrosesan transaksi online (OLTP) adalah sistem pemrosesan data yang membantu Anda menyimpan dan menganalisis data bisnis. Anda dapat mengumpulkan dan menyimpan data dari berbagai sumber, seperti situs web, aplikasi, smart meter, dan sistem internal. OLAP menggabungkan dan mengelompokkan data sehingga Anda dapat menganalisisnya dari sudut pandang yang berbeda. Sebaliknya, OLTP menyimpan dan memperbarui data transaksional secara andal dan efisien dalam volume tinggi. Basis data OLTP dapat menjadi salah satu di antara beberapa sumber data untuk sistem OLAP.

Baca tentang OLAP »

Apa saja persamaan antara OLAP dan OLTP?

Pemrosesan analitik online (OLAP) dan pemrosesan transaksi online (OLTP) adalah sistem manajemen basis data untuk menyimpan dan memproses data dalam volume besar. Keduanya membutuhkan infrastruktur IT yang efisien dan andal agar dapat berjalan dengan lancar. Anda dapat menggunakan keduanya untuk mengkueri data yang ada atau menyimpan data baru. Keduanya mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data dalam organisasi.

Sebagian besar perusahaan menggunakan sistem OLTP dan OLAP secara bersamaan untuk memenuhi persyaratan kecerdasan bisnis mereka. Namun, pendekatan dan tujuan manajemen data antara OLAP dan OLTP sangatlah berbeda.

Perbedaan utama: OLAP vs. OLTP

Tujuan utama pemrosesan analitik online (OLAP) adalah untuk menganalisis data agregat, sedangkan tujuan utama pemrosesan transaksi online (OLTP) adalah untuk memproses transaksi basis data.

Anda menggunakan sistem OLAP untuk menghasilkan laporan, melakukan analisis data yang kompleks, dan mengidentifikasi tren. Sebaliknya, Anda menggunakan sistem OLTP untuk memproses pesanan, memperbarui inventaris, dan mengelola akun pelanggan.

Perbedaan utama lainnya meliputi pemformatan data, arsitektur data, performa, dan persyaratan. Kita juga akan membahas contoh tentang kapan organisasi mungkin menggunakan OLAP atau OLTP.

Pemformatan data

Sistem OLAP menggunakan model data multidimensional, sehingga Anda dapat melihat data yang sama dari sudut yang berbeda. Basis data OLAP menyimpan data dalam format kubus, di mana setiap dimensi mewakili atribut data yang berbeda. Setiap sel dalam kubus mewakili nilai atau ukuran untuk persimpangan dimensi.

Sebaliknya, sistem OLTP memiliki satu dimensi dan berfokus pada satu aspek data. Sistem ini menggunakan basis data relasional untuk menyusun data ke dalam tabel. Setiap baris dalam tabel mewakili instans entitas, dan setiap kolom mewakili atribut entitas.

Arsitektur data

Arsitektur basis data OLAP lebih memprioritaskan operasi pembacaan data daripada penulisan data. Anda dapat dengan cepat dan efisien melakukan kueri kompleks pada volume data yang besar. Ketersediaan merupakan masalah dengan prioritas rendah karena kasus penggunaan utamanya adalah analitik.

Di sisi lain, arsitektur basis data OLTP memprioritaskan operasi penulisan data. Ini dioptimalkan untuk beban kerja berat tulis dan dapat memperbarui data transaksional berfrekuensi tinggi dan bervolume tinggi tanpa mengorbankan integritas data.

Misalnya, jika dua pelanggan membeli item yang sama pada saat yang bersamaan, sistem OLTP dapat menyesuaikan tingkat stok secara akurat. Dan sistem ini akan memprioritaskan pelanggan yang pertama membeli secara kronologi jika item tersebut merupakan stok terakhir. Ketersediaan adalah prioritas tinggi dan biasanya dicapai melalui beberapa pencadangan data.

Performa

Waktu pemrosesan OLAP dapat bervariasi mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung jenis dan volume data yang dianalisis. Untuk memperbarui basis data OLAP, secara berkala, Anda memproses data dalam batch besar lalu mengunggah batch tersebut ke sistem sekaligus. Frekuensi pembaruan data juga bervariasi antara sistem satu dengan lainnya, mulai dari harian hingga mingguan atau bahkan bulanan.

Sebaliknya, Anda mengukur waktu pemrosesan OLTP dalam milidetik atau kurang. Basis data OLTP mengelola pembaruan basis data secara waktu nyata. Pembaruan dilakukan dengan cepat, singkat, dan dipicu oleh Anda atau pengguna. Pemrosesan aliran sering kali digunakan selama pemrosesan batch.

Baca tentang data streaming »

Baca tentang pemrosesan batch »

Persyaratan

Sistem OLAP bertindak seperti penyimpanan data terpusat dan menarik data dari beberapa gudang data, basis data relasional, serta sistem lainnya. Persyaratan penyimpanan diukur mulai dari terabita (TB) hingga petabita (PB). Pembacaan data juga dapat bersifat komputasi intensif, yang membutuhkan server beperforma tinggi.

Di sisi lain, Anda dapat mengukur persyaratan penyimpanan OLTP dalam gigabita (GB). Basis data OLTP juga dapat dihapus setelah data dimuat ke gudang data atau danau data OLAP terkait. Namun, persyaratan komputasi untuk OLTP juga tinggi.

Contoh OLAP vs. OLTP

Mari kita pertimbangkan perusahaan ritel besar yang mengoperasikan ratusan toko di seluruh negeri. Perusahaan memiliki basis data besar yang melacak penjualan, inventaris, data pelanggan, dan metrik utama lainnya.

Perusahaan menggunakan OLTP untuk memproses transaksi secara waktu nyata, memperbarui tingkat inventaris, dan mengelola akun pelanggan. Setiap toko terhubung ke basis data pusat, yang memperbarui tingkat inventaris secara waktu nyata saat produk dijual. Perusahaan juga menggunakan OLTP untuk mengelola akun pelanggan, misalnya, untuk melacak poin loyalitas, mengelola informasi pembayaran, dan memproses pengembalian.

Selain itu, perusahaan menggunakan OLAP untuk menganalisis data yang dikumpulkan oleh OLTP. Analis bisnis perusahaan dapat menggunakan OLAP untuk menghasilkan laporan tentang tren penjualan, tingkat inventaris, demografi pelanggan, dan metrik utama lainnya. Mereka melakukan kueri kompleks pada data historis dalam bervolume besar untuk mengidentifikasi pola dan tren yang dapat memberikan pertimbangan pada keputusan bisnis. Mereka mengidentifikasi produk populer dalam jangka waktu tertentu dan menggunakan informasi tersebut untuk mengoptimalkan anggaran inventaris.

Kapan menggunakan OLAP vs. OLTP

Pemrosesan analitik online (OLAP) dan pemrosesan transaksi online (OLTP) adalah dua sistem pemrosesan data yang berbeda yang didesain untuk tujuan yang berbeda pula. OLAP dioptimalkan untuk analisis dan pelaporan data yang kompleks sementara OLTP dioptimalkan untuk pemrosesan transaksional dan pembaruan waktu nyata.

Memahami perbedaan antara kedua sistem ini dapat membantu Anda membuat keputusan terbaik tentang sistem mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda. Dalam banyak kasus, gabungan dari sistem OLAP dan OLTP mungkin menjadi solusi terbaik untuk bisnis yang memerlukan pemrosesan transaksi dan analisis data. Pada akhirnya, memilih sistem yang tepat bergantung pada kebutuhan khusus bisnis Anda, termasuk volume data, kompleksitas kueri, waktu respons, skalabilitas, dan biaya.

Contoh-arsitektur-yang-menggunakan-AWS-Managed-Services

Ringkasan perbedaan: OLAP vs. OLTP

 

Kriteria

OLAP

OLTP

Tujuan

OLAP membantu Anda menganalisis data dalam volume besar untuk mendukung pengambilan keputusan.

OLTP membantu Anda mengelola dan memproses transaksi waktu nyata.

Sumber data

OLAP menggunakan data historis dan agregat dari beberapa sumber.

OLTP menggunakan data waktu nyata dan transaksional dari satu sumber.

Struktur data

OLAP menggunakan basis data multidimensional (kubus) atau relasional.

OLTP menggunakan basis data relasional.

Model data

OLAP menggunakan skema bintang, skema kepingan salju, atau model analitik lainnya.

OLTP menggunakan model yang dinormalisasi atau didenormalisasi.

Volume data

OLAP memiliki persyaratan penyimpanan yang besar. Misalnya, terabita (TB) dan petabita (PB).

OLTP memiliki persyaratan penyimpanan yang relatif lebih kecil. Misalnya, gigabita (GB).

Waktu respons

OLAP memiliki waktu respons yang lebih lama, biasanya dalam detik atau menit.

OLTP memiliki waktu respons yang lebih pendek, biasanya dalam milidetik

Contoh penerapan

OLAP baik digunakan untuk menganalisis tren, memprediksi perilaku pelanggan, dan mengidentifikasi profitabilitas.

OLTP baik digunakan untuk memproses pembayaran, manajemen data pelanggan, dan pemrosesan pesanan.

Bagaimana AWS dapat mendukung persyaratan OLAP dan OLTP Anda?

Analitik di Amazon Web Services (AWS) menyediakan berbagai layanan cloud terkelola untuk pemrosesan analitik online (OLAP) dan operasi pemrosesan transaksi online (OLTP). AWS menawarkan layanan yang dibuat khusus, yang memberikan performa harga terbaik, skalabilitas, dan biaya terendah untuk perpindahan data, penyimpanan data, analitik data, dan masih banyak lagi.

Berikut adalah contoh layanan AWS yang dapat mendukung kebutuhan OLAP dan OLTP Anda:

  • Amazon Redshift adalah gudang data cloud yang didesain khusus untuk OLAP.
  • Amazon Relational Database Service (Amazon RDS) adalah basis data relasional dengan fungsionalitas OLAP. Anda dapat menggunakannya untuk menjalankan beban kerja OLTP atau dengan Oracle OLAP untuk melakukan kueri kompleks pada kubus dimensional.
  • Amazon Aurora adalah basis data relasional cloud yang kompatibel dengan MySQL dan PostgreSQL yang dapat menjalankan beban kerja OLTP dan OLAP yang kompleks.

Mulai menggunakan OLTP dan OLAP di AWS dengan membuat akun AWS sekarang juga.

Langkah Berikutnya dengan AWS

Mulai membangun dengan OLAP
Mulai membangun dengan OLTP